<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Yasmin</title>
<link>http://sylvaniyasmin.multiply.com/</link>
<description></description>
<pubDate>Sun, 1 Jun 2008 20:19:05 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Mon, 6 Aug 2007 01:28:21 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Yasmin</title>
<url>http://images.sylvaniyasmin.multiply.com/logo</url>
<link>http://sylvaniyasmin.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Target Pasar Gagas Media</title>
<description>    &#x3C;font face=&#x22;Arial, Helvetica, sans-serif&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;font color=&#x22;Red&#x22;&#x3E;Agar novel sukses diterbitkan, kita harus tahu strateginya, termasuk sasaran pasar apa yang dituju sebuah penerbit. Saya membaca sebuah blog yang menyatakan novelnya ditolak oleh penerbit di bawah ini, mungkin karena tidak memenuhi persyaratan utama.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;p style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Arial, Helvetica, sans-serif&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;font color=&#x22;Red&#x22;&#x3E;Pemasaran&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;i&#x3E;Para &#x22;Groupies&#x22; Itu... &#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E; &#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Arial, Helvetica, sans-serif&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Menyadari target pemasaran buku-buku terbitan Gagas Media adalah remaja, maka penerbit itu pun membuat sebuah kelompok pembaca naskah (groupies) yang masuk ke penerbit tersebut. Hal itu dilakukan mengingat pentingnya mengetahui selera calon pembaca yang dibidik oleh Gagas Media. Usia kelompok tersebut 15 tahun hingga 27 tahun. Biasanya, mereka bertemu seminggu sekali, kemudian mendiskusikan isi buku. Dari diskusi itu penerbit akan tahu selera pembaca dan dapat memprediksi apakah naskah itu akan laku atau tidak. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Arial, Helvetica, sans-serif&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Sarana ini sangat efektif, karena tak hanya untuk mencoba munculnya naskah baru, tetapi juga untuk promosi tidak langsung. Menurut Windy Ariestanty, salah seorang staf Redaksi Gagas Media, groupi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://sylvaniyasmin.multiply.com/journal/item/3/Target_Pasar_Gagas_Media</guid>
<pubDate>Mon, 6 Aug 2007 01:28:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Be MUMBLE. See BAILEY.</title>
<description>    &#x3C;font style=&#x22;background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(153, 102, 51); font-weight: bold;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Alkisah, seorang pinguin kecil yang terlahir dengan segala keunikannya. Karenanyalah, ia menjadi berbeda dengan pinguin yang lain. Apabila pinguin yang lain mengungkapkan perasaannya melalui nyanyian, Mumble berkomunikasi dengan tarian, hentakan-hentakan pada kakinya. Karenanyalah, ia dijauhi oleh banyak pinguin, termasuk ayahnya. Karenanyalah, ia diharuskan berubah. Akan tetapi Mumble tetaplah Mumble. Apalah yang salah dengan ungkapan hati melalui hentakan kaki bukan melalui suara. Mumble tetaplah Mumble yang berhati tulus, walau ia disingkirkan oleh komunitasnya, ia tetap berjuang membela komunitasnya yang sedang menderita kelaparan karena ikan diambil serampangan oleh manusia. Justru dengan keunikannya, ia membuat para manusia sadar tentang keadaan alam yang timpang akibat perbuatan mereka dan ikan pun kembali berlimpah sehingga Mumble dan komunitasnya tidak harus kelaparan lagi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya ingin sekali mengumumkan pada teman-teman untuk menonton film ini. Apalagi Steve Irwin ikut ambi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://sylvaniyasmin.multiply.com/journal/item/2/Be_MUMBLE._See_BAILEY.</guid>
<pubDate>Sat, 4 Aug 2007 14:20:47 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>