Agar novel sukses diterbitkan, kita harus tahu strateginya, termasuk sasaran pasar apa yang dituju sebuah penerbit. Saya membaca sebuah blog yang menyatakan novelnya ditolak oleh penerbit di bawah ini, mungkin karena tidak memenuhi persyaratan utama.
Pemasaran
Para "Groupies" Itu...
Menyadari target pemasaran buku-buku terbitan Gagas Media adalah remaja, maka penerbit itu pun membuat sebuah kelompok pembaca naskah (groupies) yang masuk ke penerbit tersebut. Hal itu dilakukan mengingat pentingnya mengetahui selera calon pembaca yang dibidik oleh Gagas Media. Usia kelompok tersebut 15 tahun hingga 27 tahun. Biasanya, mereka bertemu seminggu sekali, kemudian mendiskusikan isi buku. Dari diskusi itu penerbit akan tahu selera pembaca dan dapat memprediksi apakah naskah itu akan laku atau tidak.
Sarana ini sangat efektif, karena tak hanya untuk mencoba munculnya naskah baru, tetapi juga untuk promosi tidak langsung. Menurut Windy Ariestanty, salah seorang staf Redaksi Gagas Media, groupies tersebut ternyata membawa banyak manfaat bagi penerbit. Remaja itu ternyata sangat senang dengan kerja mereka sebagai kelompok pembaca naskah Gagas, bahkan mereka membuat webblog sendiri dan membincangkan tentang semua naskah yang mereka pernah baca. Dari kelompok itu juga lahir seorang penulis.
"Dari awalnya cuma baca naskah, sekarang bisa menulis novel sendiri," ujar Windy. Sementara, Hikmat Kurnia, salah seorang pemilik Gagas Media, mengungkapkan, "Kami sadar betul bahwa target pasar kami adalah remaja, maka kami tentu saja menyerahkan selera novel kami kepada calon pembaca kami yaitu remaja."
Oleh karena itu, keberadaan groupies bagi Gagas Media adalah mutlak perlu untuk mengetahui penilaian calon pembaca novel mereka. Berangkat dari kelompok pembaca Gagas Media, ternyata jalinan kerja sama kemudian berlanjut dengan pelatihan menulis di sekolah-sekolah. Gagas Media juga memiliki misi bahwa menulis adalah kegiatan menyenangkan dan menghasilkan uang.
"Moto kami adalah fun to write and read," ujar Windy. Uniknya, remaja itu sendiri yang meminta dilakukan pelatihan menulis di sekolah yang didukung oleh guru. Maka, kegiatan pelatihan menulis di sekolah menengah umum kini menjadi salah satu ajang promosi baru bagi Gagas Media. "Minimal mereka kenal dan mempromosikan Gagas kepada teman-teman mereka," ujar Windy.(Umi/Litbang Kompas)
Sumber: KOMPAS (Senin, 6 Agustus 2007)